S1 KEPERAWATAN UNIJA....!!!!

Jumat, 26 September 2014

OTITIS MEDIA AKUT



A.      Pengertian
OMA (Otitis Media Akut) adalah peradangan akut atau seluruh pericilium telinga tengah (Mansjoer, 2001)
OMA adalah peradangan telinga bagian tengah yang disebabkan oleh pejalaran infeksi dari tenggorok (farinitis) A sering terjadi pada anak-anak (Wikipedia Bahasa Indonesia, Ensiklopedia Bebas)
Otitis media akut (OMA) adalah peradangan akut sebagian atau seluruh periosteum telinga tengah (Kapita selekta kedokteran, 1999).

B.       Etiologi
Penyebabnya adalah bakteri piogenik seperti streptococcus haemolyticus, staphylococcus aureus, pneumococcus , haemophylus influenza, escherecia  coli, streptococcus anhaemolyticus, proteus vulgaris, pseudomonas aerugenosa.



C.       Manifestasi Klinis
Ø  Gejala klinis OMA tergantung pada stadium penyakit dan umur pasien :
Ø  Biasanya gejala awal berupa sakit telinga tengah yang berat dan menetap
Ø  Biasa tergantung gangguan pendengaran yang bersifat sementara.
Ø  Pada anak kecil dan bayi dapat mual, muntah, diare, dan demam sampai 39,50oC, gelisah, susah tidur diare, kejang, memegang telinga yang sakit.
Ø  Gendang telinga mengalami peradangan yang menonjol.
Ø  Keluar cairan yang awalnya mengandung darah lalu berubah menjadi cairan jernih dan akhirnya berupa nanah (jika gendang telinga robek).
Ø  Membran timpani merah, sering menonjol tanpa tonjolan tulang yang dapat dilihat.
Ø  Keluhan nyeri telinga (otalgia), atau rewel dan  menarik-narik telinga pada anak yang belum dapat bicara.
Ø  Anoreksia (umum).
Ø  Limfadenopati servikal anterior


D.      Penatalaksanaan
Hasil penatalaksanaan otitis media bergantung pada efektifitas terapi ( e.g : dosis antibiotika oral yang diresepkan dan durasi terapi ), virulensi bakteri, dan status fisik klien.
Antibiotik dapat digunakan untuk otitis media akut. Pilihan pertama adalah Amoksisilin; pilihan kedua – digunakan bila diperkirakan organismenya resisten terhadap amoksisilin – adalah amoksisilin dengan klavulanat (Augmentin ; sefalosporin generasi kedua), atau trimetoprin sulfametoksazol. Pada klien yang alergi penisilin, dapat diberikan eritronmisin dan sulfonamide atau trimetoprim – sulfa.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar