Etika
keperawatan mengacu pada bioetik yang terdiri dari 3 pendekatan, yaitu :
a.
Pendekatan Teleologik
Pendekatan
teleologik adalah suatu doktrin yang menjelaskan fenomena dan akibatnya, dimana
seseorang yang melakukan pendekatan terhadap etika dihadapkan pada konsekuensi
dan keputusan – keputusan etis. Secara singkat, pendekatan tersebut
mengemukakan tentang hal – hal yang berkaitan dengan the end justifies the
ineans ( pada akhirnya, yang membenarkan secara hukum tindakan atau keputusan
yang diambil untuk kepentingan medis ).
b.
Pendekatan Deontologik
Istilah deontologi berasal dari kata Yunani
‘deon’ yang berarti kewajiban. ‘Mengapa perbuatan ini baik dan perbuatan itu
harus ditolak sebagai buruk’, deontologi menjawab : ‘karena perbuatan pertama
menjadi kewajiban kita dan karena perbuatan kedua dilarang’.
Pendekatan deontologi berarti juga
aturan atau prinsip. Prinsip-prinsip tersebut antara lain autonomy, informed
consent, alokasi sumber-sumber, dan euthanasia.
Yang menjadi dasar baik buruknya
perbuatan adalah kewajiban.
Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
c.
Pendekatan Intiutionism
Pendekatan
ini menyatakan pandangan atau sifat manusia dalam mengetahui hal yang benar dan
salah. Hal tersebut terlepas dari pemikiran rasional atau irasionalnya
suatu keadaan.
2 Kasus Pendekatan Bioetika
a.
Pendekatan Teleologik
Contoh Kasus
:
1.
Seorang perawat yang harus menghadapi
kasus kebidanan karena tidak ada bidan dan jarak untuk rujukan terlalu jauh,
dapat memberikan pertolongan sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya
demi keselamatan pasien.
2. Seorang anak
mencuri untuk membeli obat ibunya yang sedang sakit. Tindakan ini baik untuk
moral dan kemanusiaan tetapi dari aspek hukum tindakan ini melanggar hukum
sehingga pendekatan teleologi lebih bersifat situasional, karena tujuan dan
akibatnya suatu tindakan bisa sangat bergantung pada situasi khusus tertentu.
b.
Pendekatan Deontologik
Contoh Kasus :
1.
Seorang perawat dihadapkan pada kondisi
yang su;it, dimana seorang pasien didiagnosa kanker darah putih (leukemia) stadium
akhir.dan harus segara diberi tahukan kepada pasien dan keluarganya tentang
penyakit yang diderita pasien. Dan dengan berat hati perawat mengatakan hal
itu, agar pasien dan keluarganya bisa
mengambil tindakan selanjutnya.
2.
Jika seseorang diberi tugas dan
melaksanakannya sesuai dengan tugas maka itu dianggap benar, sedang dikatakan
salah jika tidak melaksanakan tugas.
3. Kewajiban
seseorang yang memiliki dan mempecayai agamanya, maka orang tersebut harus
beribadah, menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.
c.
Pendekatan Intiutionism
Contoh
Kasus :
1. Seorang
perawat sudah tentu mengetahui bahwa menyakiti pasien merupakan tindakan yang
tidak benar. Hal tersebut tidak perlu diajarkan lagi kepada perawat
karena sudah mengacu pada etika dari seorang perawat yang diyakini dapat
membedakan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dilakukan.